Social Icons

Pages

Showing posts with label Article on Sufism. Show all posts
Showing posts with label Article on Sufism. Show all posts

Friday, November 26, 2010

Aku berikan DiriKu kepadamu!

Allah mewahyukan kepada Nabi Isa a.s.: Wahai Isa! Hati-hatilah, jangan sampai Aku terlepas daripadamu! Yakni, jangan sampai engkau memilih yang lain daripada Aku, lalu engkau kehilangan Aku! Nabi Musa a.s. berdoa kepada Allah: Ya Allah! Berilah aku sesuatu anugerah! Allah menjawab: Aku berikan DiriKu kepadamu! Kemudian Nabi Musa a.s. memohon lagi: Ya Allah! Berikan aku sesuatu pemberian! Allah menjawab lagi: Aku berikan DiriKu kepadamu! Sehingga berulang empat kali, Nabi Musa a.s. meminta kepada Allah s.w.t, namun jawaban Allah sama belaka, iaitu: Aku berikan DiriKu kepadamu!

Nyatalah kini, bahawa makrifat hamba akan Zat Tuhan yang menciptanya itu adalah anugerah utama yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul, para shiddiqin dan salihin. Itulah kumia yang terbesar yang harus diminta oleh seseorang hamba, sebagaimana yang disarankan oleh Syekh Abdul Qadir AI-Jailani, maka perhatikanlah apa yang disarankannya itu!

Allah Ta'ala mencipta alam dan segala yang terisi di dalamnya, termasuk makhlukNya yang berupa jin, manusia dan Malaikat adalah untuk disembah. Setiap yang disembah itu mestilah dikenali terlebih dahulu, dan kalau masih belum dikenali mestilah dicari sehingga dapat dikenali. Lantaran itu, maka Zat yang disembah itu adalah umpama 'perbendaharaan yang tersembunyi', yang mesti dicari lalu dikenali sebelum disembah. Kalau Dia gagal untuk dikenali, bagaimana dapat pula disembah..

Jadi maksud dari 'perbendaharaan yang tersembunyi' itu ialah hakikat Zat Allah yang menciptakan makhlukNya untuk dicari dan dikenali, lalu disembahi sebagai Tuhan Maha Pencipta.

If you wish to travel far and fast, travel light. Take off all your envies, jealousies, unforgiveness, selfishness, and fears - Glenn Clark

Thursday, April 22, 2010

Yang lebih baik dari anak dara!

Apabila Tuhan membukakan bagimu suatu jalan untuk bermakrifat (mengenal padaNya), maka jangan menghiraukan soal amalmu yang masih sedikit, sebab Tuhan tidak membukakan bagimu, melainkan Ia akan memperkenalkan diriNya kepadamu. Tidakkah kau ketahui bahawa makrifat itu semata-mata pemberian kurnia Allah kepadamu, sedang amal perbuatanmu hadiah daripadamu, maka di manakah letak perbandingannya antara hadiahmu dengan pemberian kurnia Allah kepadamu – Mutiara kata Shaikh Ibu Atho’illah dari kitab Al-Hikam.


Makrifat (mengenal) kepada Allah dengan sebenar pengenalan adalah kemuncak keuntungan seorang hamba (tidak dapat dibandingkan dengan ganjaran atau kedudukan lain didunia ini walau apa pun jua. Maka apabila Tuhan telah membukakan bagimu suatu jalan untuk berserta keinginan yang kuat untuk mengenal kepadaNya, maka bersyukur dan bergembiralah. Dan tidak usah kau hiraukan berapa banyak amal perbuatanmu meskipun masih sangat sedikit amal kebaikanmu dan masih terasa jauh perjalananmu. Sebab makrifat itu suatu kurnia pemberian langsung dari Allah, maka ia sekali-kali tidak tergantung kepada banyak atau sedikitnya amal kebaikan.

Rasulullah s.a.w bersabda dari riwayat Abu Hurairah ra. Allah berfirman: Apabila Aku menguji hambaKu yang beriman, kemudian ia tidak mengeluh kepada pengunjung pengunjungnya, maka Aku lepaskan ia dari ikatanKu dan Aku gantikan baginya daging dan darah yang lebih baik dari yang asal, dan ia boleh memperbaharui amal, sebab yang lalu telah diampuni semua.

Diriwayatkan lagi: Allah telah menurunkan wahyu kepada salah seorang Nabi s.a.w. Aku telah menurunkan bala (berupa ujian) kepada seorang hamba maka ia berdoa, dan tetap Aku tunda permintaannya, akhirnya ia mengeluh, maka Aku berkata kepadanya: Hambaku, bagaimana Aku akan melepaskan daripadamu rahmat yang justru bala itu mengandungi rahmatKu.

Kerana dengan segala kelakuan kebaikanmu engkau tidak dapat sampai ke tingkat yang akan Aku berikan padamu, maka dengan bala itulah engkau dapat mencapai tingkat dan kedudukan di sisi Allah.

Suburkan lah keinginan dirimu untuk bermakrifat (mengenal) Allah kerana disitulah letaknya keuntungan hakiki. Kelazatan ibadat orang yang makrifat kepada Allah disebut di dalam kitab-kitab sufi sebagai sebuah pengalaman ibadat yang tiada bandingannya. Kalau hendak dibandingkan juga ia terlebih lazat dari ketika bersatu dengan anak dara yang baru dikahwini. Sebab tu mereka ini dapat duduk berjam-jam (hatta berhari-hari dan setengahnya berbulan-bulan hatta bertahun-tahun) berzikir dan bermunazat tanpa rasa penat, mengantok dan letih..Mungkin sukar untuk digambarkan.

Adaptasi dari Terjemahan Al-Hikam oleh H.Salim Bahreisy

If you wish to travel far and fast, travel light. Take off all your envies, jealousies, unforgiveness, selfishness, and fears - Glenn Clark

Wednesday, March 17, 2010

A description of Sufi


The following is a beautiful description of the Sufi ideal by a sufi commentator Qushayri:
  1. Sufism is entry into exemplary behavior and departure from unworthy behavior.
  2. Sufism means that God makes you die to yourself and makes you live in him.
  3. The Sufi is single in essence; nothing changes him, nor does he change anything.
  4. The sign of the sincere Sufi is that he feels poor when he has wealth, is humble when he has power, and is hidden when he has fame.
  5. Sufism means that you own nothing and are owned by nothing.
  6. Sufism means entrusting the soul to God most high for whatever he wishes.
  7. Sufism means seizing spiritual realities and giving up on what creatures possess.
  8. Sufism means kneeling at the door of the Beloved, even if he turns you away.
  9. Sufism is a state in which the conditions of humanity disappear.
  10. Sufism is a blazing lightning bolt.

Quoted in Sufism: An essential introduction to the philosophy and practice of the mystical tradition of Islam, by Carl W. Ernst, PhD

If you wish to travel far and fast, travel light. Take off all your envies, jealousies, unforgiveness, selfishness, and fears - Glenn Clark