Social Icons

Pages

Showing posts with label Buku - Tasawuf. Show all posts
Showing posts with label Buku - Tasawuf. Show all posts

Tuesday, March 9, 2010

Come to Me alone!

You must perform your work without seeing yourself doing it!
You must give charity without any regard to it!

Your act of goodness, even though may looks good, is not worthy of Me to look at. So do not come to me with them!

In fact, if you come to me armed with your goods deeds, I will greet you with billing and calculations. If you come armed with your knowledge, it will be greeted with the demands! And if you come to me with ma'rifat, I will greet you with my “hujjah”, but surely my hujjah is invincible.

Get rid of any endeavor (ikhtiar), then I would remove my claim aginst you. Put aside your knowledge, your good deeds, your ma'rifat, your own characteristic (sifat), and your name (asma) and all thare is (when you visit me ), so that you meet Me alone.

When you come to Me, and still there is between Me and you one of those things, when I was the one who actually created them, and i have remove them from you because of my love to draw near to you, so do not take them all with you when you come to Me, if you are still so, they no longer remain any kindness from you.

If only you knew, when you are entering Me, surely you will even try to separate yourselves from the angels, although they all work together to help you, because of your doubts (there is helper beside Him). Then let not be any other helper beside Me.

Do not you step out the house without expecting my pleasure, because I am here waiting to be your guidance.

Meet Me in your loneliness, once or twice after your shalat, I will certainly look after you, day and night. I will keep watching over your heart, I will look after of your daily business, your will and expectation.

Do you know how you can came to see me alone? You should bear withness that you receive my guidance is because my generousity. Do not assume that you are forgiven because of your good deeds, nor beacuse of your knowledge.

Return to me all your books of knowledge, sent home your records of goods deeds, I will undoubtedly open my hands, I will made it to bear fruit with my blessing, and suffice for you my generousity. "

From Muhammad ibn al-Hasan an-Niffari ‘Al-Mawaqif wal Mukhtabat’

Leave behind your cleverness, O lover of God: go crazy instead. Become a moth: enter the flame! - Rumi

If you wish to travel far and fast, travel light. Take off all your envies, jealousies, unforgiveness, selfishness, and fears - Glenn Clark

Wednesday, March 3, 2010

Kitab Al-Hikam

Kitab Al-Hikam merupakan sebuah kitab yang sangat terkenal dikalangan peminat ilmu tasawuf dan sering diajar di surau dan masjid di Malaysia dan Indonesia.

Saya sudah membacanya berulang kali dan mendapati ia sangat memberi manfaat kepada saya. Sehingga sekarang pun saya masih mengulangi membacanya. Bagi saya kitab tersebut banyak menjawab persoalan penting mengenai ilmu ketuhanan dan memberi banyak petunjuk kepada usaha mengenal Allah dan bagaimana patut memperbaiki diri kita untuk beroleh sampai kepadaNya. Hal tersebut telah diungkap dengan begitu baik dan halus sekali sehingga kita tidak akan menyedari hal tersebut sehinggalah ianya dibukakan untuk kita. Ia itu setelah dibukakan kepada kita pemahaman yang sebenarnya sebagai mana yang diingginkan oleh pengarang kitab tersebut. Hal tersebut pastinya menuntut kita untuk bergurukan seorang yang betul-betul layak.

Pengarang kitab tersebut yang terkenal dengan panggilan Sheikh Ibnu Atho 'illah berasal dari bangsa Arab. Beliau lahirkan sekitar tahun 658 sampai 679 H.

Dipermulaan hidupnya, beliau merupakan ulamak ilmu tafsir, hadits, fiqih, usul, nahwu dan lain-lain yang terkenal di Iskandariah. Di awal hidupnya beliau menjadi penentang dan mengingkari para ahli tasawwuf karena kefanatikannya pada ilmu fiqih. Serba sedikit disebabkan oleh pengaruh abang beliau sendiri.

Ibnu Atho 'illah menceritakan :

"Suatu ketika aku mengalami goncangan batin dan jiwa tertekan. Aku bertanya-tanya dalam hatiku : "Apakah semestinya aku membenci tasawuf. Apakah suatu yang benar kalau aku tidak menyukai Abul Abbas al-Mursi (seorang guru tasawuf)?. Setelah lama aku merenung, berfikir akhirnya aku beranikan diriku untuk mendekatnya, melihat siapa al-Mursi sesungguhnya, apa yang ia ajarkan sebenarnya. Kalau memang ia orang baik dan benar maka semuanya akan kelihatan. Kalau tidak demikian halnya biarlah ini menjadi jalan hidupku yang tidak sealiran dengan tasawuf.

Lalu aku datang ke majlisnya. Aku mendengar, menyemak ceramahnya dengan tekun tentang masalah-masalah syara'. Tentang kewajiban, keutamaan dan sebagainya. Di sini jelas semua bahwa ternyata al-Mursi yang kelak menjadi guru sejatiku ini mengambil ilmu langsung dari Tuhan. Dan segala puji bagi Allah, Dia telah menghilangkan rasa bimbang yang ada dalam hatiku".

Maka demikianlah, ketika ia sudah mengecap manisnya tasawuf hatinya semakin tertambat untuk masuk ke dalam dan lebih dalam lagi. Sehingga ia sampai kepadanya suatu fikiran bahawa beliau tidak akan dapat menjadi seorang sufi sejati kecuali dengan masuk ke dunia itu sepenuhnya, berhasrat untuk menghabiskan seluruh waktunya untuk sang guru dan meningalkan aktiviti lain. Namun demikian ia tidak berani memutuskan keinginannya itu kecuali setelah mendapatkan izin dari sang guru al-Mursi.

Dalam hal ini Ibn Atho 'illah menceritakan :

"Aku menghadap guruku al-Mursi, dan dalam hatiku ada keinginan untuk meninggalkan ilmu dzahir. Belum sempat aku mengutarakan apa yang terkandung dalam hatiku ini tiba-tiba guruku berkata : "Di kota Qous aku mempunyai kawan namanya Ibnu Naasyi’. Dulu dia adalah pengajar di Qous dan sebagai wakil penguasa. Dia merasakan sedikit manisnya tariqah kita. Kemudian ia menghadapku dan berkata : "Tuanku… apakah sebaiknya aku meninggalkan tugasku sekarang ini dan berkhidmat saja pada tuan?". Aku memandangnya sebentar kemudian aku katakan : "Tidak demikian itu tariqah kita. Tetaplah dengan kedudukan yang sudah di tentukan Allah padamu. Apa yang menjadi garis tanganmu akan sampai padamu juga".

Setelah bercerita semacam itu yang sebetulnya adalah nasehat untuk diriku beliau berkata: “Beginilah keadaan orang-orang al-Siddiqiyyin. Mereka sama sekali tidak keluar dari suatu kedudukan yang sudah ditentukan Allah sampai Dia sendiri yang mengeluarkan mereka". Mendengar uraian panjang lebar semacam itu aku tersadar dan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Dan alhamdulillah Allah telah menghapus angan kebimbangan yang ada dalam hatiku, sepertinya aku baru saja melepas pakaianku. Aku pun rela tenang dengan kedudukan yang diberikan oleh Allah".

Akhirnya Sheikh Ibnu Atho 'illah diangkat menggantikan tempat gurunya setelah gurunya dijemput mengadap Allah.

Peristiwa di atas turut disebut di dalam kitab Al-Hikam sebagai sebahagian daripada ulasan mengenai hikmah kedua (di halaman 11) yang bermaksud:

Keinginan untuk tajrid (melulu beribadat, tanpa berusaha dunia), padahal Allah masih menempatkan engkau pada golongan orang-orang yang harus berusaha (kasab) untuk mendapat keperluan sehari-hari, maka keinginanmu itu termasuk syahwat hawa nafsu yang samar (halus). Sebaliknya keinginanmu untuk berusaha kasab, padahal Allah telah menempatkan dirimu pada golongan orang yang melulu beribadat tanpa kasab, maka keinginan yang demikian bererti menurun dari semangat dan tingkat yang tinggi.

Bersambung...

If you wish to travel far and fast, travel light. Take off all your envies, jealousies, unforgiveness, selfishness, and fears - Glenn Clark

Tuesday, February 23, 2010

Pembuka Segala Rahsia


Sekapur Sirih
Daripada penulis Kitab Ini

Kitab Kasyful Asrar ini ditulis oleh Syeikh Mohd Saleh bin Abdullah Mengkabau yang begitu menarik adalah untuk memberikan pengajaran kepada orang yang inginkan akhirat dalam usaha menyampaikan ke arahnya. Mudah-mudahan mendapat manfaat daripada limpah kurnia-Nya daripada Tuhan sekalian alam di kemudian hari. Amin.

Sesiapa yang menyimpan kitab ini
Umpama duduk bersama guru setiap hari
Hendaklah dibaca pada setiap hari
Janganlah kurang tujuh hari sekali
Dapatkanlah ilmu kurniaan
Tuhan Yang mana ditegah kita jauhi
Iktikad yang betul kita ketahui
Iktikad yang salah kita jauhi
Menuntut ilmu wajib pada kita
Sebelum mengenal tidaklah terhingga
Amal dan ilmu wajib serta
Amalan tanpa ilmu diazab kita
Syarat rukunnya wajib diketahui
Sah batalnya demikian lagi
Amalan diterima Tuhan ilahi
Syarat rukunnya sudah kita ketahui
Sesiapa yang beramal dengan kejahilannya
Tidak mengetahui syarat rukunnya
Amalannya tidak diterima Tuhannya
Tidak mengetahui sah batalnya
Dan sesiapa yang suka akan kitab ini
Alamat petunjuk Tuhan ilahi
Dan sesiapa tidak suka akan kitab ini
Alamat mengikut iblis syaitan
Wahai saudara-saudaraku yang tua dan muda
Hendaklah berfikir sentiasa
Jangan seperti orang buta
Meninggalkan ibadat mencari harta
Tidak teringat yang hidup akan mati
Bersuka ria jua sepanjang hari
Hanya harta yang mendapatkan diri
Tiga lapis kapan saja yang diberi.

Salah satu buku yang menjadi rujukan saya di dalam permasalahan ilmu tasawuf. Buku ini telah siap ditulis pada 27hb Safar 1344H. Bermakna buku ini telah siap ditulis kira-kira 87 tahun (hijrah) yang lalu. Sehingga ini ia masih menjadi rujukan penting peminat-peminat tasawuf di Malaysia.

If you wish to travel far and fast, travel light. Take off all your envies, jealousies, unforgiveness, selfishness, and fears - Glenn Clark